Senin, 04 Agustus 2014



LAPORAN KEGIATAN SELAMA BULAN RAMADAN




      1.  Pendahuluan

a.     Latar Belakang Kegiatan
Selama Bulan Ramadan tahun ini, kegiatan belajar di sekolah diliburkan. Hal tersebut saya manfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti belajar untuk persiapan lomba, mengerjakan tugas-tugas sekolah, dll. Kegiatan ini adalah kegiatan yang saya lakukan selama Bulan Ramadan.

b.    Tujuan Kegiatan
Agar siap saat perlombaan, agar tugas-tugas sekolah selesai, dll.

c.      Ruang Lingkup Isi Laporan
Rumah sendiri, dll.



      2.  Isi Laporan

a.     Jenis Kegiatan
Kegiatan belajar untuk persiapan lomba.

b.    Tempat dan Waktu Kegiatan
Di rumah sendiri dan di Bulan Ramadan.

c.      Petugas Kegiatan
Saya sendiri.



d.    Persiapan dan Rencana Kegiatan

                                I.            Persiapan:
ü       Buku dengan Judul Buku Pintar Pelajaran untuk SMA IPA Kelas 1, 2, & 3.

                              II.            Rencana Kegiatan:
ü     Membaca buku dengan Judul Buku Pintar Pelajaran untuk SMA IPA Kelas 1, 2, & 3 dari Jam 08.00 sampai dengan Jam 12.00.


e.      Peserta Kegiatan
Saya sendiri.

f.      Pelaksanaan Kegiatan
                                I.            Bidang:
ü   Pendidikan.
                              II.            Urutan Waktu Pelaksanaan:
ü  Jam 08.00 sampai dengan Jam 12.00 membaca buku dengan Judul Buku Pintar Pelajaran untuk SMA IPA Kelas 1, 2, & 3.
                            III.            Urutan Fakta/Data:
ü       Kegiatan tidak berjalan lancar.


g.     Kesulitan dan Hambatan

ü         Kurang motivasi diri.
ü         Dll.


h.    Hasil Kegiatan
Kegiatan belajar untuk persiapan lomba belum membuat saya siap menghadapi lomba yang akan saya hadapi.

i.       Kesimpulan dan Saran Penyempurnaan Kegiatan yang Akan Datang
Agar kegiatan belajar untuk persiapan lomba berjalan lancar, motivasi diri harus tinggi, dll, dan sebelum kegiatan belajar untuk persiapan lomba dilakukan, saya harus memastikan tidak ada kegiatan lain yang mengganggu.


      3.  Penutup
               Laporan Kegiatan Selama Bulan Ramadan ini saya buat untuk memenuhi tugas yang
               diberikan Sekolah SMA Negeri 10 Samarinda untuk siswa siswinya selama libur
               sekolah.

Minggu, 03 Agustus 2014

HUBUNGAN PUASA DENGAN KESEHATAN



Berpuasa merupakan ibadah yang dilakukan baik secara wajib maupun sunnah. Untuk puasa wajib, waktu pelaksanaannya pada Bulan Ramadan.

Pada Bulan Ramadan Umat Muslim diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Berpuasa dilakukan dengan cara menahan lapar dan haus/menghentikan makan dan minum dan dimulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala. Puasa juga membuat tubuh kita menjadi sehat.

Berikut manfaat-manfaat berpuasa bagi kesehatan tubuh, yaitu:
  • Memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat.
  • Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan.
  • Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup.
  • Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh.
  • Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.
  • Memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh. Hormon dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan hipofisis sebagai reaksi tubuh terhadap berbagai tekanan dan stres lingkungan. Kekurangan atau kelebihan produksi hormon tertentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Misal ketika mengalami stres, hormon insulin dan adrenalin yang mengatur waktu lapar terganggu sehingga nafsu makan hilang atau bahkan datang lebih cepat. Kekurangan produksi hormon insulin berakibat munculnya penyakit diabetes, sedangkan bila berlebihan tubuh akan menderita hiperglikemia. Pada saat puasa orang akan bersabar dan berusaha menahan amarah dan senantiasa pasrah pada Tuhan. Hal itu akan membuat fungsi hormon berjalan normal sehingga irama hidup lebih harmonis.
  • Meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya.
  • Meningkatkan fungsi organ tubuh. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam.
  • Puasa meningkatkan fungsi organ reproduksi. Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis.