Minggu, 18 Agustus 2013




SEBERKAS CERITA DARI ASRAMA DAN SEKOLAH

Hari Kamis, 11 Juli 2013, aku menginjakkan kaki di halaman Asrama Putra 1 SMA Negeri 10 Samarinda. Hari pertama aku berada di Asrama Putra 1 SMA Negeri 10 Samarinda. Kemudian hari demi hari terus berganti. Selanjutnya di Asrama Putra 1 SMA Negeri 10 Samarinda, kulihat untuk kali pertama asrama dan sekolah berubah wujud menjadi manusia, kemudian bercerita kepadaku suatu hal yang besar. Tahukah kawan apa yang mereka ceritakan kepadaku tentang suatu hal besar tersebut? Asrama dan sekolah yang berubah wujud menjadi manusia tersebut bercerita kepadaku tentang makna hidup. Karena itulah di Asrama Putra 1, di sekolah SMA Negeri 10 Samarinda untuk pertama kalinya aku mengerti tentang makna hidup. Oleh karena itu dengarkanlah ceritaku kawan, mengenai apa yang mereka ceritakan kepadaku tentang makna hidup itu.

Asrama dan sekolah bercerita kepadaku bahwa selama aku hidup aku harus selalu berbakti kepada orangtua, karena mereka berkata kepadaku bahwa aku tak kan pernah tahu kapan maut memisahkanku dengan orangtuaku. Karena itulah aku tersadar bahwa selama aku dan orangtuaku masih hidup di dunia, aku tak boleh mengecewakan kedua orangtuaku. Aku harus menjadi anak yang membahagiakan orangtua, lahir dan batin.

Kemudian asrama dan sekolah berkata padaku bahwa hal-hal yang kulakukan harus berguna untuk banyak orang. Mereka berkata seperti itu karena itulah salah satu kunci meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, dan sejak mereka berkata seperti itu aku tersadar bahwa semua hal yang kulakukan harus kuniatkan dengan niat untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, dan semua hal yang kulakukan harus bernilai ibadah, agar pahala yang mengalir untukku bertambah banyak dan meminimalisir perbuatan yang tidak berguna dan berdosa.

Itulah beberapa cerita yang kuingat dari mereka, dan aku membenarkan apa yang telah mereka ceritakan kepadaku, tentang makna hidup itu. Karena apa yang mereka ceritakan itu memang benar. Kemudian tiga minggu pertama di asrama telah berlalu, dan hari Kamis, 1 Agustus 2013, aku mendapat izin berlibur yang pertama, dan aku sangat bersyukur kepada Allah swt., karena tiga minggu pertamaku di Asrama Putra 1 di SMA Negeri 10 Samarinda, penuh dengan hikmah dan pelajaran.
 

 

KEAJAIBAN SEDEKAH 1: ILMU SEDEKAH



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Apa kabar semua? Semoga yang sedang membaca artikel saya diberi kesehatan oleh Allah swt. Amin.

Sekarang saya akan sharing ilmu tentang sedekah. Penasaran kan dengan yang namanya sedekah? Ok perhatikan baik-baik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, sedekah adalah pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, diluar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan pemberi. Jadi sedekah itu diberikan kepada fakir miskin atau pihak-pihak yang berhak menerimanya. Sementara itu, hukum bersedekah adalah sunah, tidaklah wajib seperti zakat fitrah.

Seperti yang kita tau, sedekah berarti mengeluarkan harta, yang berarti harta kita berkurang. Oleh karena itu kebanyakan orang menganggap bersedekah itu mengurangi harta yang dia miliki. Oleh karena itu, bagi yang baru mencapai pemahaman ini berarti ilmu sedekahnya masih kurang. Hehehe . . . . . Gak papa. Saya dulu juga begitu kok J.

Pembaca sekalian. Sebenarnya dengan bersedekah harta, sama saja kita menambah harta kita. Lho kok bisa? Saya yakin sebagian pembaca budiman pasti bertanya seperti itu. Ya bisa lah. Karena hal itu terdapat dalam Firman Allah swt. Q. S. Al An’aam/6: 160:
6:160
Artinya:

Sesiapa yang membawa amal kebaikan (pada hari kiamat), maka baginya (balasan) sepuluh kali ganda (dari kebaikan) yang sama dengannya dan sesiapa yang membawa amal kejahatan, maka ia tidak dibalas melainkan (kejahatan) yang sama dengannya; sedang mereka tidak dianiaya (sedikitpun).        (Q. S. Al An’aam/6: 160)

Nah sudah dibaca kan? Kalau sudah saya akan lebih jelaskan. Walaupun tidak berhubungan langsung dengan sedekah, tetapi sedekah itu kan berbuat kebaikan.Otomatis ayat di atas juga berkaitan dengan yang namanya sedekah. Apakah sudah paham para pembaca sekalian? Semoga semuanya sudah paham.

Lanjut lagi. Pada ayat diatas disebutkan bahwa berbuat satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat dengan kebaikan. Artinya jika kita bersedekah, sedekah kita akan diganti oleh Allah swt. sepuluh kali lipat dari apa yang kita sedekahkan. Artinya, rezeki kita bukannya berkurang, tetapi bertambah banyak. Subhanallah, sudah dapat pahala, rezeki kita juga bertambah banyak.

Para pembaca sekalian. Agar lebih jelas lagi, saya akan memberikan contoh bagaimana dengan bersedekah, sedekah kita diganti oleh Allah swt. sepuluh kali lipat dari apa yang kita sedekahkan.

Dari ayat tersebut dapat kita ibaratkan kita memiliki uang Rp 100.000,00, kemudian kita sedekahkan sepersepuluh dari uang yang kita miliki tersebut, yaitu Rp 10.000,00. Setelah itu Allah swt. akan membalasnya dengan rezeki sebesar Rp 100.000,00 sehingga rezeki kita yang berupa uang tersebut akan bertambah, bukanlah berkurang, lebih tepatnya bertambah Rp 90.000,00. Bagaimana? Apakah para pembaca sudah mengerti? Kalau belum saya . Agar lebih jelas kita sederhanakan uang Rp 100.000,00 menjadi 10 dan uang Rp 10.000,00 menjadi 1, dan kita akan gunakan yang namanyaMatematika Sedekah’. Selanjutnya, para pembaca, saksikanlah sebuah ilmu Matematika yang berbeda dengan ilmu Matematika umumnya.

Dengan ilmu Matematika umum, akan diperoleh:
10 – 1 = 9 (Ah biasa aja)

Dengan ilmu ’Matematika Sedekah’, akan diperoleh:
10 – 1 = 19 (Ini baru LUAR BIASA)

Ah . . . . masih kurang. Bagaimana jika uang Rp 10.000,00 kita tambah Rp 10.000,00 lagi menjadi Rp 20.000,00:
10 – 2 = 28 (Lebih LUAR BIASA lagi kan)

Itu pun masih kurang. Jika kita sumbangkan semua uang yang dimiliki, yaitu Rp 100.000,00:
10 – 10 = 100


Sekarang kita masuk ke penjelasannya:

Kita gunakan contoh pertama, yaitu 10 – 1 = 19
Artinya, jika kita menyedekahkan uang Rp 10.000,00, sisa uang kita adalah Rp 90.000,00. Tapi, karena diganti oleh Allah swt. uang yang kita sedekahkan itu dengan balasan uang sepuluh kali lipat dari yang disedekahkan, berarti: Rp 10.000,00 (uang yang kita sedekahkan) x 10 (balasan dari Allah swt) = Rp 100.000,00 (HASIL dari sedekah kita yang diganti Allah swt. sepuluh kali lipat)

Tercengang? Itu sih masih yang 10 kali lipat. Masih ada yang paling gede, yaitu 700 kali lipat. Cuma yang ini tidak saya bahas di artikel ini. Insha Allah di artikel-artikel selanjutnya akan saya bahas.

Gimana? Gak masuk akal? Hmmm . . . . . Pemikiran seperti itu seharusnya diubah ya, para pembaca J. Karena seperti itulah faktanya. Gak percaya? Coba saja langsung praktekkan. Pasti dibalas. Kalau tak dibalas dengan uang, artinya Allah swt membalas-Nya dengan rezeki yang lain, seperti terhindar dari kecelakaan maut yang ada di depan mata saat berkendara, sembuh dari penyakit yang telah lama tidak sembuh, meraih juara pertama pada ajang Olimpiade Fisika, lulus Ujian Nasional (UN) dengan nilai tertinggi se-Indonesia, naik jabatan di pemerintahan, bisnis yang kita bangun bertambah sukses, dll.

Akhir kata. Semoga ilmu yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua dan mendapat ridho Allah swt. Amin, dan mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati para pembaca.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.