SEBERKAS CERITA
DARI ASRAMA DAN SEKOLAH
Hari
Kamis, 11 Juli 2013, aku menginjakkan kaki di halaman Asrama Putra 1 SMA Negeri 10 Samarinda. Hari
pertama aku
berada di Asrama
Putra 1 SMA Negeri 10 Samarinda. Kemudian
hari demi hari terus berganti. Selanjutnya di Asrama Putra 1 SMA Negeri 10 Samarinda, kulihat
untuk kali pertama asrama dan sekolah berubah wujud menjadi manusia, kemudian
bercerita kepadaku suatu hal yang besar. Tahukah kawan apa yang mereka ceritakan kepadaku tentang suatu
hal besar tersebut? Asrama dan sekolah
yang berubah wujud menjadi manusia tersebut bercerita kepadaku tentang makna
hidup. Karena itulah di Asrama
Putra 1, di sekolah SMA Negeri 10
Samarinda untuk pertama kalinya aku mengerti tentang makna hidup. Oleh karena
itu dengarkanlah ceritaku
kawan, mengenai apa
yang mereka
ceritakan kepadaku tentang makna hidup itu.
Asrama dan sekolah bercerita kepadaku bahwa selama aku hidup aku harus selalu berbakti kepada orangtua,
karena mereka berkata kepadaku bahwa
aku tak kan pernah
tahu kapan maut memisahkanku dengan orangtuaku. Karena itulah aku tersadar
bahwa selama aku dan orangtuaku masih hidup di dunia, aku tak boleh
mengecewakan kedua orangtuaku. Aku harus menjadi anak yang membahagiakan
orangtua, lahir dan batin.
Kemudian
asrama dan sekolah berkata padaku bahwa
hal-hal yang kulakukan harus berguna untuk banyak orang. Mereka berkata seperti itu karena itulah
salah satu kunci meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, dan sejak mereka berkata seperti itu aku tersadar
bahwa semua hal yang kulakukan harus kuniatkan dengan niat untuk meraih
kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, dan semua hal yang kulakukan harus
bernilai ibadah, agar pahala yang mengalir untukku bertambah banyak dan
meminimalisir perbuatan yang tidak berguna dan berdosa.
Itulah
beberapa cerita yang kuingat dari
mereka,
dan aku membenarkan apa yang
telah mereka
ceritakan kepadaku, tentang makna hidup itu.
Karena apa yang mereka ceritakan itu
memang benar. Kemudian tiga
minggu pertama di asrama telah berlalu, dan hari Kamis, 1 Agustus 2013, aku
mendapat izin berlibur yang pertama, dan aku sangat bersyukur kepada Allah
swt., karena tiga minggu pertamaku di Asrama Putra 1 di SMA Negeri 10
Samarinda, penuh dengan hikmah dan pelajaran.
KEAJAIBAN SEDEKAH 1: ILMU SEDEKAH
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Apa
kabar semua? Semoga yang sedang membaca artikel saya diberi kesehatan oleh
Allah swt. Amin.
Sekarang saya akan sharing ilmu tentang sedekah.
Penasaran kan dengan yang namanya sedekah? Ok perhatikan baik-baik.
Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, sedekah adalah pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya,
diluar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan pemberi.
Jadi sedekah itu diberikan kepada fakir miskin atau pihak-pihak yang berhak
menerimanya. Sementara itu, hukum bersedekah adalah sunah, tidaklah wajib
seperti zakat fitrah.
Seperti yang kita tau, sedekah berarti mengeluarkan
harta, yang berarti harta kita berkurang. Oleh karena itu kebanyakan orang
menganggap bersedekah itu mengurangi harta yang dia miliki. Oleh karena itu,
bagi yang baru mencapai pemahaman ini berarti ilmu sedekahnya masih kurang.
Hehehe . . . . . Gak papa. Saya dulu juga begitu kok J.
Pembaca sekalian. Sebenarnya dengan bersedekah
harta, sama saja kita menambah harta kita. Lho kok bisa? Saya yakin sebagian
pembaca budiman pasti bertanya seperti itu. Ya bisa lah. Karena hal itu
terdapat dalam Firman Allah swt. Q. S. Al
An’aam/6: 160:

Artinya:
Sesiapa yang
membawa amal kebaikan (pada hari kiamat), maka baginya (balasan) sepuluh kali
ganda (dari kebaikan) yang sama dengannya dan sesiapa yang membawa amal
kejahatan, maka ia tidak dibalas melainkan (kejahatan) yang sama dengannya;
sedang mereka tidak dianiaya (sedikitpun). (Q. S. Al An’aam/6: 160)
Nah sudah dibaca kan? Kalau sudah saya akan lebih
jelaskan. Walaupun tidak berhubungan langsung dengan sedekah, tetapi sedekah
itu kan berbuat kebaikan.Otomatis ayat di atas juga berkaitan dengan yang
namanya sedekah. Apakah sudah paham para pembaca sekalian? Semoga semuanya
sudah paham.
Lanjut lagi. Pada ayat diatas disebutkan bahwa
berbuat satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat dengan kebaikan. Artinya
jika kita bersedekah, sedekah kita akan diganti oleh Allah swt. sepuluh kali
lipat dari apa yang kita sedekahkan. Artinya, rezeki kita bukannya berkurang,
tetapi bertambah banyak. Subhanallah, sudah dapat pahala, rezeki kita
juga bertambah banyak.
Para pembaca sekalian. Agar lebih jelas lagi, saya
akan memberikan contoh bagaimana dengan bersedekah, sedekah kita diganti oleh
Allah swt. sepuluh kali lipat dari apa yang kita sedekahkan.
Dari ayat tersebut dapat kita ibaratkan kita
memiliki uang Rp 100.000,00, kemudian kita sedekahkan sepersepuluh dari uang
yang kita miliki tersebut, yaitu Rp 10.000,00. Setelah itu Allah swt. akan
membalasnya dengan rezeki sebesar Rp 100.000,00 sehingga rezeki kita yang
berupa uang tersebut akan bertambah, bukanlah berkurang, lebih tepatnya
bertambah Rp 90.000,00. Bagaimana? Apakah para pembaca sudah mengerti? Kalau
belum saya . Agar lebih jelas kita sederhanakan uang Rp 100.000,00 menjadi 10 dan uang
Rp 10.000,00 menjadi 1, dan kita akan gunakan
yang namanya ‘Matematika Sedekah’. Selanjutnya, para pembaca, saksikanlah
sebuah ilmu Matematika yang berbeda dengan ilmu Matematika umumnya.
Dengan ilmu Matematika umum,
akan diperoleh:
10 – 1 = 9 (Ah biasa aja)
Dengan ilmu ’Matematika
Sedekah’, akan diperoleh:
10 – 1 = 19 (Ini baru LUAR BIASA)
Ah . . . . masih kurang. Bagaimana
jika uang Rp 10.000,00 kita tambah Rp 10.000,00
lagi menjadi Rp 20.000,00:
10 – 2 = 28 (Lebih LUAR BIASA lagi kan)
Itu pun masih kurang. Jika kita
sumbangkan semua uang yang dimiliki,
yaitu Rp 100.000,00:
10 – 10 = 100
Sekarang kita masuk ke penjelasannya:
Kita gunakan contoh pertama, yaitu 10 – 1 = 19
Artinya, jika kita menyedekahkan uang Rp 10.000,00,
sisa uang kita adalah Rp 90.000,00. Tapi, karena diganti oleh Allah swt. uang
yang kita sedekahkan itu dengan balasan uang sepuluh kali lipat dari yang
disedekahkan, berarti: Rp 10.000,00 (uang yang kita sedekahkan) x 10 (balasan
dari Allah swt) = Rp 100.000,00 (HASIL dari sedekah kita
yang diganti Allah swt. sepuluh kali lipat)
Tercengang? Itu sih masih yang
10 kali lipat. Masih ada yang paling gede, yaitu 700 kali lipat. Cuma yang ini
tidak saya bahas di artikel ini. Insha Allah di artikel-artikel selanjutnya
akan saya bahas.
Gimana? Gak masuk akal? Hmmm .
. . . . Pemikiran seperti itu seharusnya diubah ya, para pembaca J. Karena seperti
itulah faktanya. Gak percaya? Coba saja langsung praktekkan. Pasti dibalas.
Kalau tak dibalas dengan uang, artinya Allah swt membalas-Nya dengan rezeki
yang lain, seperti terhindar dari kecelakaan maut yang ada di depan
mata saat berkendara, sembuh dari penyakit yang telah lama tidak sembuh, meraih
juara pertama pada ajang Olimpiade Fisika, lulus Ujian Nasional (UN) dengan
nilai tertinggi se-Indonesia, naik jabatan di pemerintahan, bisnis yang kita
bangun bertambah sukses, dll.
Akhir kata. Semoga ilmu yang
sedikit ini bermanfaat untuk kita semua dan mendapat
ridho Allah swt. Amin, dan mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang
berkenan di hati para pembaca.
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
